Skip to main content

TITIK 9


Dan disaat bintang datang, kini gilang yang kemudian berlalu dari hadapanku. Gilang segera pamit kepadaku dan gilang lalu berjalan ke dalam parkiran dengan santainya. Aku melihat gilang disapa oleh beberapa teman perempuannya. Sungguh melihat ini saja aku sangat cemburu. Kenapa ia langsung pergi? Mengapa tak kita lanjutkan saja obrolannya? Tak peduli siapapun mengganggu obrolan hangat kita. Sungguh aku tak peduli.. aku hanya ingin gilang berada di sampingku. Perasaanku sebenarnya sangat tidak enak. Terlebih memang obrolan ku dengan gilang belum selesai dan menggantung. Rasanya aku ingin sekali memaki bintang.
“fara”
“apa?!” aku kaget mendengar suaraku yang keras dan terkesan menuduh. Aku melihat ekspresi bintang yang terlihat sama kagetnya denganku. Aku cepat-cepat tersenyum untuk mencairkan suasana. Bagaimanapun juga aku tak mau merusak hubungan pertemanan ini. walaupun aku begitu kesal dengan bintang. Memutus tali silaturahmi itu dosa besar. Beberapa detik kemudian aku melihat bintang membalas senyumanku- menghela nafas lega.
“kemana aja?”
“di kelas aja”
“tumben, biasanya gue lihat lo di kantin, di koridor sekolah, tapi akhir-akhir ini enggak lihat” aku hanya diam mendengar penjelasan bintang. Mataku masih melihat kea rah parkiran sekolah. Memastikan gilang naik motor, memakai helmnya agar aman, lalu tak lama gilang keluar dari parkiran motor. Kaca helmnya dibiarkan terbuka tak di tutup aku masih dapat melihat wajahnya yang bagai Hercules tersebut. Aku menyukainya..
“gue cari lo” bintang melihat ke arahku. Dengan senyumnya yang familiar.
“maaf”
“untuk apa?” Tanya bintang.
“untuk semuanya”
“enggak ada yang salah kok. Oh iya tadi gue lihat lo pagi-pagi, lari-lari di tangga. Kenapa telat?”
“gue enggak bisa balik lagi sama lo”
“kenapa?”
“rasanya…. Udah berbeda. Saat gue tau keputusan lo untuk selesai sama gue artinya udah selesai juga perasaan gue. Selama tiga minggu ini gue berusaha untuk enggak memikirkan lagi. Dan semuanya hampir berhasil. Sedikit lagi.. sedikit lagi.. kasih gue waktu lagi untuk lupain semuanya” aku tumpahkan semuanya. Jantungku rasanya berdetak sangat kencang. Butuh keberanian yang besar aku menyatakan ini pada bintang.
“gue enggak bisa kasih waktu itu far. Gue minta sama lo untuk kasih gue kesempatan lagi. gue enggak akan….”
“bahkan gue enggak tau kesempatan itu mengizinkan atau enggak. Jangan jadi orang yang mengandalkan kesempatan tang. Karena enggak semua kejadian ada kesempatan” bintang hanya diam. Masih memandangiku. Matanya dengan jelas melihat mataku. Aku tak sanggup.
“gue pulang dulu ya udah ada luna”
“gue anter ya”
“enggak usah tang”
“enggak apa-apa far, gue anter aja sekalian…”
“tang… jangan paksa, oke?” bintang diam. Lalu aku melangkahkan kakiku. Satu langkah dua langkah hingga akhirnya bayanganku hilang dari pandangannya.

Aku berada di ruang depan rumah, tepat di depan motorku yang malang. Ban motorku masih bocor dan aku jadi bingung besok aku harus naik apa ke sekolah. Luna tidak bisa mengantarkanku karena besok ia juga tidak membawa motor, ayahku juga tidak bisa mengantarkanku karena besok ada rapat dan ayah akan berangkat pagi sekali, zakki tidak akan mau mengantarkanku berangkat karena arah sekolahku berlawanan dengan kampusnya. Dan ibuku tidak bisa mengendarai mobil yang dirumah jelas-jelas sangat jarang di pakai.
“makanya tuntun aja motornya ke bengkel. Kan ada di depan perumahan” ucap ibuku yang baru keluar dari dapur- membuat teh hangat di malam hari. Hal itu biasa dilakukannya jika sedang santai sambil menunggu ayah yang belum juga pulang dari kantor.
“kalau bengkel nya itu persis ada di depan perumahan sih aku mau-mau aja. Lah ini masih jauh bu.. kan capek nuntunnya”
“minta tolong zakki aja”
“zakki banyak tugas katanya”
“terus gimana? Masa mau nunggu ayah sampai pulang? Kasian kan capek nanti ayah. Nanti malah marah-marah loh”
“nah itu dia, aku juga enggak mau kena marah ayah”
“yaudah minta temen yang lain aja jemput”
“enggak ada yang bisa bu”
“pasti ada dong, masa di antara banyak teman enggak ada yang bisa dimintain tolong”
“aduh enggak tau deh. Makanya ajarin aku nyetir mobil biar kemana-mana tuh gampang” kataku memanfaatkan situasi. Aku segera berjalan ke tangga lalu memasuki kamarku. Handponeku berada di atas kasurku yang berantakan dengan buku-buku yang berserakan. Aku memang lebih suka belajar di atas kasur daripada di meja belajar. Itulah sebabnya ibu suka marah-marah. Setelah ku lihat handponeku aku berjalan kea rah jendela kamarku. Membuka jendela lalu duduk di kursi yang sengaja aku taruh di dekat jendela. Udaranya dingin dan membuat kulitku merinding. Aku melihat beberapa pesan dari bintang yang belum aku balas. Setelah kejadian tadi siang aku fikir bintang tidak akan memberi pesan lagi padaku, namun nampaknya bintang sama sekali tidak perduli.
From: bintang
to     : me
Gue menunggu kesempatan itu mengizinkan hingga akhirnya kembali lagi seperti dulu. Gue rindu keadaan yang dulu. Tapi kalau memang prosesnya harus dari awal lagi gue terima far. Kita teman kan?
Tentu saja aku berteman dengan bintang. Tapi aku tak tau hubunganku dengan bintang akan seperti apa.
aku membuka entri baru untuk menulis pesan. Aku sudah memikirkannya dan mungkin gilang dapat membantuku. Terlebih siang tadi aku sudah memberi tau gilang dimana rumahku.
From: me
to     : gilang
Lang, besok bisa bareng enggak kesekolahnya? Fara enggak ada kendaraan untuk sekolah besok. Ban motornya masih bocor.
From: gilang
to     : me
Emang luna enggak bisa?
from: me
to    : gilang
enggak bisa, luna besok enggak bawa motor
aku menunggu balasan dari gilang. Memikirkan kemungkinan gilang akan menolak karena rumah gilang memang sangat berlawanan arah dengan rumahku. Membuatnya semakin jauh untuk kesekolah. Tapi aku bingung ingin meminta siapa lagi jika bukan gilang. Lagipula sekali saja, aku ingin berboncengan dengan gilang. Handponeku bergetar menandakan pesan masuk. Saat membukanya aku menahan nafas. Kemungkinan besar pasti gilang menolak
from: gilang
to    : me
yaudah
aku menghela nafas. Dengan senyumnya yang mengembang, aku senang gilang mau menjemputku. Aku harap esok hariku akan baik-baik saja. Aku harap esok akan jadi hari yang menyenangkan antara aku dan gilang. Semoga saja ini permulaan yang baik.

Comments

Popular posts from this blog

17 IN LOVE? -part 1-

yayayayayayaya mungkin kalian penasaran sama judul di atas. ya mungkin aja enggak penasaran. Ah, aku kan engak tau masing-masing pikiran kalian. 17 IN LOVE. tidak akan saya tulis lagi sebuah tanda tanya. Karena ini bukanlah suatu pertanyaan lagi, yaya, sabar saya enggak akan muter-muter kok jelasinnya. Enggak banyak kejadian lagi-- seperti dulu-- yang melibatkan kami berada pada suatu tempat. karena waktu mengubah semuanya. Terpisah, berbeda jadwal, ingin bertemu. ingin bertemu. ingin bertemu. akhirnya kata-kata itu yang selalu terulang di group chat. Oke, para manusia freak 17, it's really sweet memories ever feel. Benar tidak ada yang kebetulan, dan angka 17 ini bukanlah suatu kebetulan untuk kita, you know what, walaupun sekarang umur kita setahun lebih tua dari nama angkatan kita sendiri,(Hayo, ada yang protes tuh:p) tapi.....jiwa kita layaknya jiwa muda yang terus bergelora, berkobar, yaaaaa kayak remaja baru gede gidong deeeee. HEEEEEEE. FOTO 1: Anggap saja ia AHMAT ...

dekatkan diri pada Allah

assalamualaikum semuanya:D semangat baru yaaaa di bulan April ini... selalu ada semangat baru di bulan yang baru. banyak yang berharap ini itu di bulan yang baru. semoga harapan itu bukan hanya di mulut saja tetapi juga ikut di realisasikan ya:) kalau harapan aku di awal bulan ini lancar uts nya, diberi kemudahan oleh Allah, semoga aku dapat berkonsentrasi mengerjakannya. lakukanlah semuanya karena Allah swt :) aku juga baru baca, seseorang yang melakukan ibadah seperti shalat dan semacamnya bukan karena Allah, itu di namakan syirik garad. nauzubillah min zalig.... jangan sampai kita termasuk golongan tersebut. terus aku juga ingin bilang, jangan berbicara tentang april mob. di dalam islam kan gak ada tuh tentang april mob. coba kamu searching lagi tentang april mob, jangan sampai kita termasuk orang yang merugi yang ikut merayakan april mob. dengan segala kekurangan dan kelebian yang aku punya, aku juga masih banyak kesalahan:-) semangat UTS yaaaa, aku baru mau uts nih hari ini. ...

Hujan

Mulai kembali musim yang selalu aku renungi adanya, sekaligus merasa aneh jika tak aku syukuri adanya. Hujan selalu berhasil membuatku terdiam dan mengingat hal yang tak seharusnya aku ingat, seketika membuyarkan mimpiku yang indah menjadi hilang kabut tak bisa kembali ku gapai. Hujan, berhasil berhenti membuatku tertawa digantikan dengan resah yang entah mengapa sulit dihilangkan. Menggantikan musim yg terang menjadi langit yang gelap ditutupi oleh awan. Ini filosofinya, membuat keadaan yang tadinya ramai seketika sepi. Hujan..... Ku tarik helaan nafas lagi.... Hujan berhasil membuat fikiranku berkelana terlalu jauh hingga sadar bahwa itu menyakitkan, membuat kerinduan terasa mencekam sekaligus rasa yang paling mengerikan sedunia. Akhirnya aku baru sadar aku telah menulis ini, karena hujan. Tak lupa ku ingat bahwa setelah ini pasti ada pelangi, yang selalu mengiringi kesedihan dengan keindahan di akhirnya.